Apa kabar? Seharusnya aku berucap salam sambil mencium tanganmu. Ini surat pertama untuk mamah. Namun aku tidak tahu dimana alamat surga atau nomor PO BOX negeri akhirat. Maka aku hanya menulis saja. Mah, bagaimana disana? Pasti bahagia ya. Semoga seperti itu karena mamah orang yang sangat baik dan taat pada Tuhan.
Tanggal 1 Februari. Waktu itu aku sangat takut, mah. Aku takut berjalan diatas dunia sedangkan setiap langkahku tak lagi kau iringi. Rencana Tuhan terlalu sulit sekedar ditebak oleh pikiran dan logika manusia. Sekarang, aku bernafas ditanggal yang sama namun pada tahun yang berbeda, 1 Februari. Tidak terasa sudah satu tahun ya mah. Waktu memang ampuh menyembuhkan luka juga merubah manusia.
Gadis kecilmu kini sudah tumbuh menjadi seorang wanita mandiri. Kau pasti menyaksikannya dari pelataran surga. Ternyata ini hikmah rencana Tuhan. Aku hidup dikelilingi orang-orang baik, yang selalu menyeka air mata dan membuat tersenyum. Jadi jangan khawatir, mah.
Sudah lama sekali aku ingin berjumpa denganmu. Bertukar mimpi dan cerita. Menonton drama bersama dan melakukan semuanya bersama seperti dahulu. Memang kita dipisahkan waktu dan dimensi ruang. Namun, selalu aku titipkan rindu dalam bait doa dan air mata hingga tiba saat kita kembali bersama saling bercerita di surga Tuhan. Aku merindukanmu, Mamah.
Anakmu,
Risky Amalia Suandi Putri

No comments:
Post a Comment